JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL - UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

  • Sungai Anteseden Oyo

  • DAM BOD

    Dam BOD yang terletak di dusun Bronggang terpenuhi oleh material piroklastik vulkan Merapi pada letusan tahun 2010.

  • Sungai Suci

    Observasi aliran sungai Suci yang merupakan sungai allogenik pada sistem karst Gunungsewu.

  • Puncak Nglanggeran

    Singkapan batuan Nglanggeran merupakan sisa vulkan purba yang terletak pada formasi Nglanggeran.

  • Parangtritis

    Pantai Parangtritis yang memiliki potensi tinggi untuk pengembangan pariwisata di Yogyakarta.

  • Candi Prambanan

    Candi Prambanan dilihat dari puncak bukit Boko.

Gempa Terkini

banner ads
Klik untuk info detail gempa
Sumber: bmkg.go.id

Tutupan Awan

banner ads
Klik untuk info detail tutupan awan
Sumber: bmkg.go.id

Arah Angin Hari Ini

banner ads
Klik untuk info detail arah angin
Sumber: bmkg.go.id

Asal Pengunjung

Locations of visitors to this page

We have 6 guests and no members online

Realitas Pengelolaan Organisasi

Sebagai suatu organisasi berupa kumpulan orang beragam karakter dengan maksud dan tujuan yang sama, fungsi-fungsi organisasi mulai dirumuskan dan disosialisasikan ketika pimpinan organisasi tersebut ada di masa awal kepemimpinannya. Bahkan lasimnya sebelum seseorang menjadi pimpimnan sebuah organisasi (organisasi apa saja), setidaknya sudah ada rencana atau program yang ditawarkan bahkan mungkin juga  janji-janji bila menjadi pimpinan nantinya. Bahkan sering ada pandangan bahwa masa 100 hari seseorang memegang kepemimpinan adalah masa fondasi periode kepemimpinannya diletakkan. Program untuk masa kepemimpinannya telah dipahami permasalahan yang ada, program dirumuskan bahkan mungkin juga sudah dilengkapi perencanaan kerja, dan setidaknya telah tersosialisasi ke semua anggota dalam organisasi tersebut.

Menjadi persoalan apabila program untuk masa kepemimpinan seseorang tidak ada, atau mungkin tidak diketahui atau tidak dipahami oleh anggota-anggota dalam organisasi tersebut. Menjadi persoalan lagi apabila organisasi tersebut belum memiliki atau tidak dipahaminya tujuan atau arah spesifik yang detail serta jelas. Misalnya visi misinya belum operasional, belum adanya master plan, belum ada kesepahaman dalam visi, misi, orientasi, master plan, rencana kerja bagi semua anggotanya. Hal-hal semacam ini pasti akan menjadi sebuah persoalan kinerja organisasi tersebut dalam bergerak ke arah yang selalu lebih baik karena fungsi-fungsi managemen (perencanaan, pengorganisasian, pemantauan, dan evaluasi) menjadi tidak jelas.

Ada kalanya pemimpin sudah merasa bekerja banyak secara baik meskipun tidak optimal menerapkan fungsi-fungsi managemen atau tidak melibatkan semua anggota organisasi tersebut. Inilah pemimpin yang kurang demokratis, merasa bisa memajukan organisasinya tanpa harus melibatkan semua anggota organisasinya. Padahal kalau dipahami secara mendalam pasti ada ketidak transparanan dan mengingkari kebersamaan. Hal ini bisa dipastikan bahwa tujuan dan sasaran dari organisasi tersebut tidak akan tercapai secara optimal, atau bahkan kinerjanya hanya sia-sia belaka.

Sebagai contoh misalnya suatu organisasi yang setiap tahunnya memperoleh anggaran secara rutin. Ada kalanya beberapa kali mendapatkan proyek dengan program utama penguatan kapasitas lembaga dengan nilai yang cukup besar. Dalam pandangan awam tentunya organisasi tersebut akan memiliki kapasitas yang lebih baik sebagai outcome dari proyek yang diperoleh daripada sekedar menggunakan anggaran rutin. Tentunya anggaran rutin dan anggaran proyek merupakan kesatuan dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas organisasi tersebut. Keduanya akan dibahas secara bersama-sama oleh semua anggota organisasi tersebut karena memang tujuannya meningkatkan kapasitas organisasi. Keduanya akan saling bersinergi dalam masterplan, program kerja, menjalankan misi, untuk mencapai visi dan orientasi organisasi tersebut. Sehingga harapannya adalah organisasi tersebut akan memiliki perubahan menuju performan yang bagus secara terukur dan pada akhirnya outcomenya setidaknya setara dengan organisasi lain sejenis.

Persoalannya banyak anggota organisasi tidak tahu menahu (entah acuh atau kurang adanya sosialisai) tentang kegitan-kegiatan tersebut, tidak paham masterplannya, atau mungkin malah belum ada masterplan. Masterplan merupakan arah lembaga ke masa depan yang dijabarkan pencapaiannya secara bertahap. Disinilah munculnya kinerja yang sia-sia. Ibarat kita semua mau naik ke atap, diperlukan anak tangga sebanyak 12 buah. Secara bertahap satu tangga di pasangi anak-anak tangga, syukur-syukur ketika dapat proyek anak tangganya akan lebih banyak dibuat. Tetapi yang terjadi adalah membuat tangga dalam jumlah banyak dengan masing-masing anak tangga jumlahnya beragam dan tidak ada yang jumlahnya 12 buah. Ya karena tidak jelas apa benar mau naik ke atap. Sebuah ungkapan hikmah bagi orang muslim yang sering disampaikan ketika bulan Ramadhan : “banyak yang menjalankan puasa, tetapi hanya haus dan dahaga yang diperoleh, karena tidak paham hakekat puasa”. Mengelola organisasi tanpa paham konsep pengelolaan akan menjadikan ketidak jelasan hasilnya.

Sayang sekali, banyak yang berbangga ketika mendapatkan jabatan, mendapatkan proyek, tetapi amanah tesebut tidak optimal dalam kemanfaatannya.  Dari mana pendanaan tunjangan jabatan dan nominal proyek, sudah barang tentu bila organisasi pemerintah ya dari pajak masyarakat. Kemanfaatan apa yang telah didapatkan masyarakat, dalam hal ini masyarakat yang secara langsung menjadi pengguna. Begitulah realitas pengelolaan yang masih dilakukan oleh birokrat di negeri ini, bangga jabatan, bangga proyek, tetapi tidak dibarengi pemahaman fungsi managemen dan sikap kepemimpinan. Disinilah pentinggnya pengelolaan dan kepemimpinan organisasi yang baik. (5)

Alamat Kampus :

Kampus UNESA Ketintang
Jl. Ketintang No 1 - Ketintang 
Wonokromo - Surabaya 60321
Telp. 031 - 8280009 Psw. 402

Kontak / Informasi :

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Administrator Web :

Tri Joko Martono, Sukma Perdana, Bambang Sigid Widodo, Eko Budiyanto, Nugroho Hari Purnomo